Gugup dan Toilet
Assalamu'alaikum wa RahmatuLLAHI wr wb. gak tahu kenapa kali ini saya merasakan semangat yang luar biasa buat nulis artikel ke-4 ini, apa mungkin karena besok i have no course atau karena saya lagi males ngerjain tugas ya? ya gak papalah namanya juga manusia tunda menunda itu wajar(mikir).
kali ini ada cerita yang menurut saya sesuatu yang emang bener goblok(yang sebelumnya juga goblok kok), dan saking gobloknya saya tidak ingin merasakan sensasinya lagi, penasaran? sabaar lagi berusaha inget. :p
gini bukannya mau buka kartu nih, tapi buat share-share aja siapa tahu ada yang pernah ngalamin hal yang sama, kan seru tuh bisa cerita bareng pengalaman yang gak jauh berbeda(sh*t seru dari hongkong).
gini... tahukah anda sebuah keberuntungan menghampiri diriku ketika diterima menjadi asisten praktikum untuk sebuah matakuliah(ini emang beruntung loooh), singkat cerita tugas dari seorang asisten praktikum ialah membuat modul buat praktikum dan pada saat praktikum kami memberikan beberapa soal buat praktikan(peserta praktikum). betewe praktikum yang saya maksud itu praktikum IT atau yang gunain komputer, bukan kayak di tipi-tipi gitu yang make bahan kimia.
rabu 14 maret, tepatnya sekitar jam 7 malem praktikum dimulai dan sungguh membuat saya deg-degan, itu dikarenakan malam ini adalah giliran saya yang harus menjelaskan jawaban atau gimana cara yang tepat buat menjawab soal yang diberikan kepada praktikan(simple-nya menerangkan gitu).
kalau soal menjelaskan sih cemen... coz saya juga ikut membuat modul praktikum kali ini, namun satu hal yang membuat itu tidak menjadi cemen lagi, apa? soal yang diberikan kepada praktikan itu lumayan susah, saking susahnya saya merasa kehilangan separuh nafas.
40 menit awal adalah waktu bagi mereka(si praktikan) mengerjakan 4 soal yang kami berikan, terlihat tuh wajah-wajah mereka yang imut banget kalau lagi serius, dahi mengkerut, tubuh membungkuk(kayak ada tuyul yang naikin),ama mata yang serem seolah-olah kesel ama tingkat kesulitan soal yang nduewwoo.
tak nyangka best performance seorang djay sangat diaharapkan oleh dua asisten yang lainnya(wajar giliran saya emang =_=' ) ketika seorang dosen untuk matakuliah ini datang menghadiri praktikum, katanya mau menilai gimana asisten praktikum menyampaikan materi kepada praktikan, dosennya baik sangat menyayangi mahasiswanya(terharu).
ketika praktikan dipersilahkan untuk mengerjakan soal selama 40 menit saya pun dengan santainya mencoba memecahkan misteri dari semua soal, dan matiiii ternyata udah 20 menit berlalu dan soal terakhir masih misteri, dalem hati berkumandang "ohh meeen gimana ini ntar, kalau gak bisa bakalan malu2in asisten didepan para praktikan dan dosen, mana dosennya tumben hadir lagi".
nervous,gugup atau apalah mambuat saya tidak dapat mengeluarkan suara apapun(kalah ama katak diluar lab), seolah-olah bentar lagi bakalan disamperin pocong si hantu mungil yang dapat membuat bulu kuduk menari balet.
gugup seperti ini sih gak bakalan terjadi kalau beliau(dosen) gak hadir pada praktikum soalnya kan kalau asisten gak bisa jelasin ya ntar dijadiin PR buat praktikan(so much win), tapi sayang dosen ada, ya mau gak mau harus bisa.
gugup yang saya rasakan kali ini emang sungguh SESUATU, dan mengingatkan saya ketika jaman SMA dulu, ketika perasaan gugup muncul saat mengikuti lomba dan perut saya mulai mules dan spontan lari ke toilet.
dan jackpot masa SMA itu kembali lagi, 21 menit berlalu dan kini perut saya mulai mules. takut terjadi kejadian heboh(kejadiannya gak usah dibayangin) terpaksa saya harus keluar lab sebentar buat memenuhi panggilan alam semesta. "eh permisi bentar ya saya mau ke toilet" gitu kata aku ke teman.
tahu gak ditoilet pun saya tidak dapat menikmati suasana, soalnya masih saja kepikiran bencana alam yang akan terjadi kalau saja misteri soal terakhir tidak dapat terpecahkan. 5 menit waktu terbuang secara tidak sia-sia di toilet, kini saya kembali menuju lab dan mencoba memecahkan masalah.
sakit... kali ini bukan perut saya melainkan otak saya yang udah mulai sakit berpikir keras dan masih tersisa 10 menit penentu kehidupan saya. dan jreeeeeeeeng seakan ketimpa dedaunan(jangan durian, ntar mati) hidup ini terasa indah, gimana gak,,, soal terakhir terpecahkan guys(feel like detective Conan). and you know guys, there are still 8 minutes left to prepare myself for my best performance.
mungkin sebagian dari kalian pernah ngerasain indahnya hidup dengan masalah yang berhasil terpecahkan, dan saking indahnya anda tidak dapat menahan senyuman seolah-olah you are crazier than crazy people. dan begitulah yang terjadi dengan diriku.
dan praktikum pun berjalan lancar, asisten senang dan praktikan pun senang(ragu). satu hal yang saya dapat simpulkan kali ini, ternyata rasa gugup yang luar biasa dahsyatnya dapat menyebabkan orang merasa terpanggil oleh alam. dan itu sangat berlaku terhadap diri saya dan gobloknya hal tersebut baru dapat saya simpulkan setelah beberapa tahun mengalami kejadian semacam ini.
kini selain bersyukur kepada Tuhan YME saya juga perlu berterima kasih kepada TOILET yang meredam rasa GUGUP saya untuk beberapa saat(5 menit cukup lah). ternyata fungsi dari toilet tidak hanya untuk buang (maaf) hajat, melainkan juga sarana buat mencari ketenangan dan menghilangkan rasa gugup dan salah satu faktor keberhasilan praktikum kali ini.
bagi pembaca yang merasa praktikan saya mohon jangan dibaca artikel ini(goblok), dan jikalau udah terlanjur baca ya gak papa, harap maklumi asisten kalian yang satu ini. soalnya saya juga tercipta dari tanah yang sering diinjek ama kakek moyang kita dahulu kala.



