Keluar Dari Kandang
Yah akhirnya dapat update blog lagi, blog ini mungkin dapat dikatakan suram ya? kok bisa? ya soalnya saat ini masih berisi 2 artikel yang menurut sebagian orang biasa aja. dan alasan kedua itu karena di blog ini aku nanya sendiri and jawab sendiri. sooo??? suram banget. --"
Eh hampir lupa Assalamu 'alaikum dan selamat pagi,siang,sore,malam,subuh(waktunya disesuaikan ya) kawan-kawan sekalian yang baik hati dan tetap setia nge-wasting time di blog ini. kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya menghirup dunia luar(selama ini dikandang kontrakan).
Hari dan tanggal yang sudah terlupakan saya bersama 5 teman dari kampus yang sama berangkat ke probolinggo dan sampai di tujuan(tidak menarik). disini saya akan mencoba mengulas misteri dan keanehan yang terjadi selama perjalanan menuju probolinggo. r u ready?
Mungkin saya dapat dikatakan orang yang menyebalkan ya? kok bisa? gini ceritanya, kan waktu berangkat dari surabaya menuju probolinggo itu ditetapkan pagi hari jam 7, namun ya begitulah saya... orang yang sering on time(kalau soal makan) membuat teman-teman saya menunggu sekitar 2 jam(ya gak begitu lama lah), sehingga waktu keberangkatan molor.
Karena saya bukan makhluk jawa yaaa wajar kalau saya tidak mengetahui rute dan (agak)terkaget-kaget dengan fenomena dunia luar. awalnya naik lein menuju terminal Bratang kata teman saya dan saya asal ikut aja dan sebelum nyampe di terminal indah itu persepsi saya ialah dari terminal bratang langsung capcus ke Probolinggo..... eehhh ternyata salah, terminal bratang itu ternyata cuman jembatan menuju terminal yang lebih indah yaitu terminal Bungurasih(barusan nanya temen, lupa namanya).
Disinilah pengalaman pertama dimulai, sebagian besar dari pembaca mungkin sudah mengenal dan merasakan numpang hidup bentar di Bus Kota. dan begitu juga saya, tepatnya perjalanan ini merupakan perjalanan yang memberikan saya pengalaman pertama bernafas di bus kota(ndesooo) dan sungguh luar biasa sekali.
Tidak ada bus kota di Makassar dan mungkin dari lubuk pikiran anda terdalam ada yang bertanya "kok bisa?" ya dari lubuk hati tersombong saya menjawab "ya iyalah gak ada, kan yang ada itu Taxi ,Angkot mewah dan kendaraan umum lainnya yang cukup mewah, bus kota mah lewat". Lanjut
Rasa mules sudah mulai terasa ketika (maaf) pantat ini merasakan empuknya kursi di bus kota, panas,bau (maaf lagi) ketek ribuan makhluk mulai bercampur dengan oksigen yang aku hirup, saking hebatnya saya tidak dapat mengidentifikasi aroma tubuh saya sendiri. wah lebay amat ya? ya mau apalagi itu yang saya rasakan ketika menyelam di dunia fantasi eeeeeh salah bus kota maksudnya.
Belum juga berangkat bus-nya, nyanyian yang (anggaplah) begitu indah datang dari sekelompok orang yang mencari nafkah, ya tidak apalah itung-itung menghibur diri ditengah gerahnya dunia ini. jreeeeng petikan gitar terakhir dan tagihan(gak wajib) datang, dengan ikhlas saya memberikan uang yang cukup banyak dan mungkin dapat dikatakan sangat banyak, sombong nih ceritanya? ya gak sih cuma aku kasian ama mereka panas-panas gini nyari nafkah sampai keringetan dan bercampur dengan oksigen yang aku butuhkan, dan sekali lagi mempertegas ini bukan sombong loh soalnya nominal yang aku berikan itu emang cukup besar jika nilainya dibandingkan pada tahun 1945. Rp.1000,00 men... bayangin banyak kan nol-nya(itung juga ya yang setelah tanda ",").
AlhamduliLLAH bus dah mulai berangkat. angin sepoi-sepoi kerasa(indahnya hidup), belum juga lama menikmati dunia eh jumlah penumpang sudah mulai bertambah dan menghalangi sirkulasi udara, dan kembali (lumayan) gerah lagi. dalam kondisi seperti ini ingin rasanya ku bernyanyi "angin bawalah jiwaku melayang", gerah banget.
Himpit menghimpit ternyata hal yang terbiasa di bus kota, walaupun kapasitas bus terbatas(kursi maksudnya) yang penting masih ada tempat buat nyelipin badan ya monggoooo. btw sabar masih belum nyampe di terminal bungurasih.
Diperjalanan menuju terminal bungurasih dan tentunya masih di dalam bus saya menemukan satu keunikan atau bisa disebut seni mencari nafkah yang cukup berbeda dari yang saya lihat sebelumnya yaitu berdagang, eits tunggu dulu berdagang sih emang biasa namun kali ini si pedagang menawarkan produk yang mereka jual dengan cara memberikan produk atau barang dagangan mereka secara percuma, barang ditangan, gratis dan tanpa meminta udah di kasih duluan, siapa yang gak mau? eeeh ternyata ujung-ujungnya diambil lagi kalau gak mau beli(sama aja). baru kali ini nih aku liat yang kayak ginian dan cukup annoying me, sekali sih gak papa dan dua kali ya wajar aja but lebih dari itu OMG Please Help Me, Baby Don't Go Baby Don't Go(lirik lagu nih, Sailormoon).
Waiittt mungkin dari kalian ada yang mengeluarkan ekpsresi wajah seperti -_-' ketika membaca seni mencari nafkah seperti ini dan berpikiran aku kok ndeso banget, yaaa harap dimaklumi lah soalnya ane orang kota(Makassar gitu) gak ada bus kota seperti itu di kota ane.
Lanjut lagi, akhirnya nyampe juga di terminal yang menurut aku lebih indah lah dari terminal Bratang, ternyata bus sebenarnya menuju Probolinggo terletak di terminal Bungurasih. wusss terjadi perdebatan yang hebat antara aku ama ketua kelompok perjalanan yang lebih paham dinamika kehidupan menuju Probolinggo. kata dia ada 2 tipe bus menuju Probolinggo yaitu AKAS dan PATAS. dan dia perefer AKAS but i don't.
AKAS adalah bus yang tidak enak atau simplenya tidak ada AC-nya dan sering singgah-singgah diperjalanan, dan PATAS adalah kebalikan dari AKAS, so i prefer to PATAS, tapiii hanya satu kelebihan AKAS dibanding PATAS yaitu kelebihan murahnya. oohhh meeen dompetku juga tipis, katanya dua kali lebih mahal PATAS dibanding AKAS, yo wesss karena saya lebih memilih kenyamanan saya memilih PATAS(dompetku nangis).
SubhanaLLAH ternyata tidak sesimple itu mendapatkan AKAS tujuan Probolinggo, telattt bus-nya udah hampir habis dan masih tersisa 1 dan berangkatnya masih lama. merasa senang temenku senyum-senyum aja soalnya tidak ada pilihan lagi yaaa mau gak mau terpaksa milih recommended bus-nya(AKAS) dia.
Ketika nyampe dan melihat beberapa menit situasi si Recommended Bus sungguh terharunya saya dan saking terharunya pengen netesin air mata, dengan bersikeras saya kembali berdebat ama temen "gimana klo kita milih PATAS aja gak papalah telat bentar" dan dengan bangganya dia bertahan aja dengan alasan harga yang lebih murah.
Tak tahukah anda sungguh bahagia-nya diriku, ternyata 3 orang dari kami juga memilih PATAS(itupun setelah melihat situasi dan kondisi si Recommended Bus). ya sudah setelah Istikharah teman saya yang gendut(aslinya emang gendut) memutuskan "yang mau naik AKAS ya silahkan dan begitu juga dengan PATAS yang penting ntar ketemu di terminal probolinggo". ok masbro capcus and waiting for PATAS to take off(pesawat kali).
Kini saya menghirup udara yang sejuk di dalam PATAS, sepertinya tidak ada cerita yang menarik selama perjalanan menuju probolinggo dengan not Recommended Bus ini. soalnya sama dengan kontrakan saya, sejuk dan enak buat tidur yaaa udah aku tidur aja.
Nah disinilah saya akan bercerita banyak dan mungkin juga inti dari ingatan saya dalam menulis artikel ini. sampai dah di terminal probolinggo setelah (sekitar) 3 jam hidup dijalanan(jalan menuju probolinggo tentunya), shalat dzuhur dulu.
Ternyata terminal Probolinggo bukan akhir dari perjalanan saya, Paiton adalah nama sebuah daerah di probolinggo(kalau gak salah) dan merupakan tujuan dari perjalanan ini. dan So Much Win for my Gendut Friend, katanya untuk menuju Final Destination(tujuan akhir perjalanan maksudnya) mau gak mau ya mesti naik AKAS. oooh sh*t men.
Dan tahukah kalian ternyata kegerahan si Recommended Bus ini luar biasa hebatnya dibanding bus kota sebelumnya, dan juga waiting time-nya cukup lama dan cukup membuat hidung saya panas, why? ya gitu ternyata selama menunggu roda bus berputar salah satu penumpang didepan saya menghisap rokok dan menyemprotkan asap dari hidungnya dan tentu saja membuat hidung saya panas.
Teman saya senyum-senyum aja melihat saya gak tenang berada di dalam recommended bus ini. menutup hidung dengan jaket dan sekali-kali menoleh ke arah teman saya, seolah-olah berkata "arrghhh stres naik bus ini", dan temen saya itu bertanya "ngapain nutup idung segala? santai aja lah" ya dengan sok cool dan mata merah saya mengatakan "melindungi paru-paru men".
Pasti banyak dari kalian yang juga melakukan hal yang sama dengan yang saya lakukan, bayangkan aja mereka nge-rokok dapet enak dan penyakitnya sedangkan kita yang perokok pasif cuman dapet penyakitnya, gak adil banget mereka dapet 2 kita cuman dapet 1. dan selain itu coba bayangin asap rokok itu berasal dari hidung atau mulut mereka dan sudikah kalian menghirup asap rokok yang keluar dari dua arena tersebut?(hidung dan mulut), belum lagi apakah mereka udah sikat gigi pa belom dan mungkin idung mereka gak bersih alias mereka gak pernah (maaf lagi ya) ngupil. iih jijik banget.
Roda AKAS berputar dan asap rokok sudah bisa dimimalisir(alhamduliLLAH), dan saya yakin keunikan dari fenomena si AKAS ini pasti belum berakhir dan rrrright bener sesuai dengan teori yang baru saja aku buat(liat paragraf 11) mengenai himpit menghimpi, ternyata si AKAS ini dalam kasus himpit menghimpit antar penumpang lebih spektakuler dibanding Bus Kota dan Indonesian Idol. bergerak aja susah apalagi berjalan di atas bus dan begitulah yang terjadi didalam bus puluhan anggota tubuh dari orang yang berbeda menyenggol bahu dan lengan kanan saya, kalau soal nyenggol sih gak papa selama saya tidak ingin tidur, tapi itu menjadi "apa-apa" ketika saya merasa ngantuk berat dan tidak bisa tidur.
Kini saya akan memaparkan keunikan mencari nafkah yang lainnya dari manusia yang ada didalam bus ini, yaitu tadarrus atau melagukan ayat suci AL-Qur'an didalam bus, sungguh indah nian suara si bapak itu yang tidak dapat melihat sempurna dengan kedua matanya, sangat disayangkan mengapa iya menjadi pengemis atau semacam itu, tidak adakah orang yang dapat mendengar dan melihat kefasihan beliau melantunkan ayat suci Al-Qur'an dan menjadikannya pengurus mesjid atau semacamnya? eh kenapa bukan looo aja? eaaaa aku masih muda bung belum ada kemampuan buat merekrut beliau menjadi pengurus mesjid.
Lanjut lagi, persepsi saya sebdlum menaiki AKAS ini ialah waktu tempuh menuju Paiton tidak begitu lama berkisar 5-10 menit, dan sialnya saya bukanlah manusia yang pandai berpersepsi alias salah lagi, dengan lugunya saya menanyakan waktu tempuh kepada si gendut dan dia dengan senyum menjawab 30 menit djaaay... ooohhh god still having much time to feel these boring things here.
30 menit berada di AKAS bukanlah hal yang menarik menurut aku(menurut aku loh bukan orang lain), dan cuma satu hal yang membuat saya merasa agak tenang yaitu kelompok pengamen yang menyanyikan lagu-lagu yang cukup enak(lupa judul lagunya apa), intinya mereka menyanyikan lagu Indonesia dan asyik lah menurut aku bukan lagu daerah yang gak aku mengerti dan tidak dapat dinikmati liriknya
30 menit lebih berlalu dan akhirnya saya dapat menginjakkan sepatu saya di dunia paiton, kedengarannya seperti dunia ular ya? atau bahasa pemrograman.. haha gak apalah yang penting udah nyampe dan it means it's over for this time to write my storygoblok here.
So if u have some questions about what i did in paiton, just ketik REG<Spasi>Goblok kirim ke 12345678910111213141516....10000
Eh hampir lupa sedikit tambahan, sebenarnya saya sedikit lama menulis artikel ini soalnya ada banyak hambatan while writing, diantara banyak hambatan tersebut salah satunya ialah konsentrasi saya terganggu dengan wujud cantik seorang cewek di ruang baca ini(tempat saya nulis artikel ini), mengapa tidak secara tidak sengaja saya duduk dimeja yang berhadapan langsung dengan meja si doi duduk, dia duduk agak jauh didepan aku dan gak ada yang menghalangi pandangan kami, dan lebih perfect lagi ketika dua lemari buku disebelah kiri dan kanan kami mengisahkan seolah-olah hanya ada satu arah yang harus dipandang, yaitu hanya arah depan. anda berpikir saya pervert? hold it, sebenarnya sih gak masalah soalnya itu wajar bagi seorang cowok jika bertemu pandang dengan wanita cantik dan implikasinya dapat mengganggu konsentrasi.
Ok close enough there is no additional story this time.
Makasih ya teman-teman sekalian yang udah mau baca story goblok ini. ok see u next time






djaaaayyy, yang sabaaar yaaaa
mengingatkanku kalo pulang
5 jam lebih naik ak*s, hidung panas ga karuaaan juga
pengalamnan djay hahaha :D
Waktu pulang dari malang mau balik ke sby aku jg ngalamin hal yang sama om huhu titi T_T
temen-temen gak ada yang mau diajak naik patas alasannya jg sama pilih murahnya berdesakan bau asap rokok ( uhuuuuukk ) trus abis itu dr bungor mau kekeputih naik bis lagi duduk deket supir (biasanya tlp bluebird) haha gpp deh dpet pengalaman baru dikota org ^^"
wah gak kebayang 5 jam naek akas,,, gak nyiksa tuh? haha
sungguh kamu adalah wanita yang tangguh kar. haha
@devi: haha murah adalah alasan sejuta ummat dev,,, yang sabar ya, keren tuh dapet pengalaman baru dan cukup berkesan di hati. haha
wuih biasa naik taksi? berapaan tuh? haha
widih.... nih org udah di share kemana mana curcolnya....
sombong amat sih.. kagak mau naik ak*s... bahkan mungkin ada sesorang yg bisa naik ak*s itu anugrah tersendiri...hehehe....
klo adventure itu enaknya yg ramah dikantong, biar bisa nglakuin banyak hal sama si isi DOMPET.. nikmati setiap tahapan menuju tujuan..hahahah
haha pasti orang berpikiran sombong, tp emang itu kan pengalaman pertama ya.. wajar lah ratu gak enak ama suasana yang emang gak enak, namanya jg pertama. haha
wah kmaren itu bukan adventure syum...